Anak-anak dapat berprilaku dengan berbagai macam cara yang aneh, tetapi diantara semuanya yang paling buruk adalah temper trantrum. Kebanyakan orang menyebut prilaku ini sebagai keras kepala, marah-marah, merengek, hingga menangis sejadi-jadinya. Dan tentu saja, ini bisa menjadi momen yang sangat tidak diinginkan oleh siapapun ketika anak anda mengalami kondisi histeris secara liar.

Ledakan emosional ini paling sering terlihat pada balita dan anak kecil yang belum mampu mengembangkan kemampuannya dalam mengontrol emosi. Temper tantrum ini dapat berupa tangisan, rengekan, keras kepala, menjerit, sangat sulit untuk ditenangkan, dan bahkan terkadang hingga berupa tindakan fisik yang kejam.

Faktanya dalam banyak kasus, para balita dan bayi cenderung berada di luar kendali diri mereka sendiri. Parahnya, jika anda menyerah terhadap temper tantrum ini, maka perilaku anak anda pun akan semakin menjadi-jadi karena gangguan emosional ini tidak bisa diobati secara alami begitu saja, dan perlu dukungan dari para orang tua.

Beberapa penyebab dari temper tantrum diantaranya karena kelelahan, kelaparan, dan perasaan diabaikan oleh orang tua maupun orang-orang sekitar. Tetapi gangguan ini pun bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu termasuk autisme dan gangguan kecemasan sosial.

Menenangkan seorang anak atau balita sebelum memasuki temper tantrum sangatlah penting untuk dilakukan karena cenderung masih bisa dikontrol dengan baik. Temper tantrum ini bisa menjadi indikasi masalah emosional dan psiko-sosial lainnya pada anak-anak, sehingga akan memberikan pengaruh besar ketika mereka mulai tumbuh menjadi remaja dan dewasa.

Cara Mengatasi Temper Tantrum Pada Anak Kecil

Maka dari itu, sebagai orang tua ada baiknya anda membaca habis artikel ini untuk mengetahui apa sajakah hal yang harus anda lakukan ketika anak anda mulai mengalami temper tantrum, dan berikut adalah bahasannya.

1. Pijatan

Memang terdapat obat-obatan baik itu jenis kimia maupun herbal yang dapat menenangkan seorang anak terkena temper tantrum, tetapi pijatan yang anda lakukan bisa menjadi cara yang lebih efektif. Jika anak anda terlihat memiliki tingkat kecemasan yang sangat tinggi, yang nantinya akan mengalami ledakan amarah, maka lakukanlah terapi pijatan sederhana. Sama halnya seperti menenangkan stres pada orang dewasa, pijatan dasar juga dapat menenangkan saraf anak dan mencegah frustasi serta terbebas dari ketegangan.

2. Komunikasi

Sebagai orang tua, tentu tidak akan pernah bisa memberikan apapun yang diinginkan oleh anak anda, karena terdapat berbagai macam faktor seperti ekonomi atau faktor kebutuhan si anak itu sendiri. Tetapi, dengan cara membuka obrolan antara anda dengan anak anda – terutama ketika anak anda lebih rentan terkena ledakan emosi, maka komunikasi tersebut akan mendorong mereka lebih terbuka dengan emosi yang tengah mereka hadapi saat itu, sebelum mereka menjerit-jerit dan menangis di keramaian seperti yang sudah sering kita lihat selama ini.

3. Sembunyikan Godaan

Anak-anak selalu memiliki keingintahuan yang besar, sehingga ketika mereka melihat sesuatu yang mereka inginkan, maka akan menjadi semakin sulit untuk ditolak karena mereka masih belum mampu berpikir secara rasional.

Seperti misalnya, ketika mereka melihat sebatang coklat di malam hari dan kemudian menginginkannya – yang padahal mereka sudah menggosok gigi – maka anda tidak bisa melarangnya begitu saja dan cenderung akan terjadi perdebatan antara anda dan anak anda, sehingga beresiko terkena temper tantrum. Maka dari itu, selalu sembunyikan berbagai macam godaan yang membuat anak anda menginginkannya dan anda melarangnya di waktu-waktu tertentu.

4. Gunakan Chamomile

Chamomile merupakan salah satu teh herbal menenangkan yang bisa anda temukan di sekitar pekarangan rumah, dan cenderung bisa memberikan efek positif terhadap suasana hati untuk semua orang, termasuk anak anda.

Meskipun penggunaannya harus anda batasi, tetapi efek menenangkan dan anti kecemasan dari tanaman herbal ini bisa menjadi cara yang sangat efektif dalam mencegah terjadinya temper tantrum, terutama ketika anda rentan terhadap ledakan emosi dan memiliki energi yang berlebih.

5. Valerian

Sama halnya seperti chamomile, valerian juga merupakan tanaman herbal yang sangat ampuh dalam menenangkan sistem saraf karena termasuk ke dalam obat penenang alami. Namun perlu diperhatikan juga bahwa asupan suplemen valerian bisa sangat berbahaya, sehingga anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika merasa kepepet untuk menggunakannya. Akan lebih baik jika anda meramunya sebagai obat rumahan untuk mencegah temper tantrum tanpa memberikan efek samping yang terlalu berbahaya.

6. Yoga

Biasanya olahraga yang satu ini sering kali direkomendasikan untuk orang dewasa, tetapi yoga untuk anak-anak kini mulai menjadi tren baru, terutama di kawasan metropolitan seperti kota Jakarta dimana anak-anak cenderung memiliki aktivitas yang lebih sibuk dibandingkan dengan anak-anak di dua puluh tahun kebelakang.

Sama halnya seperti orang dewasa, yoga juga bisa menjadi cara yang baik untuk anak-anak dalam mempelajari bagaimana mereka memanfaatkan, mempelajari, serta mengendalikan emosi mereka, alih-alih membiarkan emosi tersebut meledak.

7. Gunakan Pisang

Pisang mengandung kadar kalium yang sangat tinggi, yang mana telah dikaitkan secara langsung dengan berkurangnya kemarahan akibat stres. Mengingat bahwa temper tantrum termasuk ke dalam perilaku yang disebabkan oleh kecemasan, maka dengan memberikan asupan kadar kalium terhadap anak bisa menjadi cara yang sangat bijaksana. Karena selain rasanya yang enak, anak anda pun akan memetik berbagai macam manfaat kesehatan lainnya dari buah kuning tersebut.

8. Cegah Kelelahan

Ketika anak anda mengalami kelelahan, maka mereka cenderung akan semakin rewel. Dan ketika anak-anak menjadi rewel, maka mereka akan terkena temper tantrum demi mengekspresikan perasaan tidak menyenangkan yang tengah mereka alami tersebut.

Pastikan anak anda selalu mendapatkan istirahat yang cukup di malam hari. Jika mereka membutuhkan tidur siang, pastikan anda menidurkan mereka di tempat yang tenang agar tidak terganggu karena menyebabkan temper tantrum yang lebih parah. Pada dasarnya, kelelahan dapat membuat orang dewasa rewel, dan efeknya akan semakin parah jika anak-anak mengalaminya.

9. Aromaterapi

Kemampuan aromaterapi terhadap orang dewasa juga sama kuatnya terhadap anak-anak. Beberapa aroma alami yang menyejukkan seperti lavender, mawar, dan vanilla dapat secara cepat menenangkan stres pada anak-anak anda. Beberapa cara yang bisa anda lakukan adalah dengan membakar minyak esensial di sekitar rumah demi membantu menjaga temper tantrum anak anda kambuh sewaktu-waktu.

10. Cegah Perasaan Lapar

Selain perasaan lelah, penyebab utama dari temper tantrum adalah perasaan lapar. Ketika anak anda merasa kelaparan, maka mereka cenderung menagih makanan dan harus ada ‘sekarang juga!’. Dikarenakan kemampuan nalar mereka masih belum berkembang layaknya orang dewasa normal, maka akan sangat sulit untuk diajak bicara secara tenang.

Jadi, selalu siapkan kudapan lezat dan menyehatkan setiap waktu. Tetapi pastikan anda untuk menghindari beberapa makanan yang mengandung gula berlebih, gula rafinasi, ataupun bahan aditif lainnya karena malah akan menyebabkan lonjakan gula dalam darah mereka. Efeknya, anak anda memang akan mendapatkan energi yang cukup secara cepat, tetapi mereka akan kembali kehabisan energi secara cepat pula dan berimbas pada kelelahan dan berpotensi terkena temper tantrum.

11. Berikan Perhatian Penuh

Kebanyakan anak-anak merasa marah dan terkena temper tantrum hanya demi bisa mendapatkan perhatian dari orang-orang sekitar, terutama dari anda sebagai orang tuanya. Tetap hormatilah apa yang anak anda katakan (meskipun terkadang melantur), dan jangan pernah mengabaikan apa yang mereka rasakan dan sampaikan kepada anda.